Rabu, 20 April 2011

SAYA BUKAN ISTRI TERORIS

Teroris, istilah ini semakin populer ya. Sebenarnya apa sih teroris itu…? Dalam kamus besar bahasa Indonesia, teroris artinya orang yang menyebarkan teror. Bukan begitu…?
Namun belakangan ini, makna teroris semakin menyempit. Istilah TERORIS seringkali disandingkan kepada masyarakat MUSLIM MINORITAS yang melakukan aksi-aksi teror dan pengeboman. CMIIW.

Jadi, kata teroris itu makin lekat dan mengarah pada orang-orang Islam, padahal tidak semua orang Islam seperti itu, dan tidak semua TERORIS berasal dari kalangan muslim, betul nggak…? Nah, parahnya lagi, semakin gencarnya berita negatif di banyak media di negeri kita yang berlomba-lomba untuk memperoleh rating, apalagi kalau ada berita tentang peledakan BOM, waduh… girangnya minta ampun tuh pasti. Dampaknya, perempuan-perempuan bercadar itu pun seringkali mendapat cap sebagai ISTRI TERORIS karena memang kebetulan istri-istri para pelaku pengeboman itu bercadar juga.

Huuufffhhh… Beberapa saat setelah saya mengambil foto ini dari Masjid UGM Yogyakarta, saya terdiam lalu bergumam
“Ibu, adek… mudah-mudahan masyarakat di negeri kita ini semakin dewasa dalam menilai sesuatu. Mudah-mudahan mereka tidak mudah termakan issue-issue di media yang semakin gencar memberitakan tentang terorisme. Sehingga orang-orang tak bersalah seperti Anda pun kena getahnya.”
“Ukhti… Semoga saja orang-orang di luar sana bisa lebih bijak, tidak sembarangan menilai bahwa kalian yang mengenakan pakaian yang hampir berseragam dan sedang berkumpul dalam acara-acara kajian guna mendalami  ajaran dan tuntunan Islam itu adalah gerombolan ISTRI TERORIS.”
Saya yakin, Anda sekalian bukan lah istri teroris.

0 komentar:

Posting Komentar