Rabu, 20 April 2011

Creative Outdoor bersama GELAR.

Berawal dari perkenalanku dengan perempuan ini pada pertengahan tahun 2004 ketika kami sama-sama ingin mengadu nasib dengan mengikuti seleksi penerimaan mahasiswa STAN pada waktu itu, dan setelah sekian lama tidak bertemu, bahkan aku sudah hamper lupa ketika salah seorang teman mengajaknya singgah di rumahku, ehm… lebih tepatnya rumah orang tuaku.

Gelar, begitu lah kemudian aku memanggilnya. Meski katanya, orang-orang di sekitar rumahnya biasa memanggilnya Danik. Setelah beberapa aku kali aku memandangnya, menatap setiap lekukan di wajahnya, ternyata dia cantik juga. Dan… bisa lah buat aku jadikan object fotoku selanjutnya. Ya… Itung-itung buat nambahin portfolio creative outdoor lah. Hehehehe…

Tanggal 07 November 2010, aku ‘culik’ dia langsung dari rumahnya, lalu kuarahkan ke salah satu object wisata kebanggaan Nganjuk, AIR MERAMBAT RORO KUNING. Sayang, object wisata yang cantik itu harus menerima kenyataan ketika tiba-tiba tebing di sekitarnya longsor. Sayang sekali…

Perjalanan menuju SPOT cukup melelahkan juga. Dari tempat parkir, kami harus berjalan kaki naik turun gunung (whahahaha… lebay…!) Tapi memang beda rasanya kalau jalan di kota dengan jalan di gunung, tahu sendiri lah. Kalo jalan di daerah pegunungan bisa jadi lebih cepat ngos-ngosan. Hanya saja, perhatian dari banyak mata di samping kiri kanan jalan yang kami lalui cukup untuk mengobati rasa capek kami. Whaaattt…????

Ya, sekedar informasi saja, yang namanya Gelar ini adalah cewek yang lumayan jangkung. Tingginya yang lebih dari 170cm dengan badannya yang ‘tipis’ membuat proporsi tubuhnya menjadi mirip dengan body para model yang kebanyakan tinggi semampai. Ditambah lagi dengan hadirnya SLR di genggaman, ya… jadi berasa seperti fotografer dan model professional yang sedang mengadakan photo session. Hahahaha…!!!


Foto-foto ini saya ambil ketika tepat tengah hari, antara jam 12 sampai jam satu siang. Untung saja cuaca sedang mendung, jadi cukup membantu juga sih. Dengan kisaran shutterspeed 1/250 – 1/150 dan menggunakan ISO 400 – 800, ya… jadinya ya seperti yang bisa Anda saksikan ini.

Jika ada yang ingin memberikan komentar dan kritikan untuk membuat saya menjadi lebih baik, monggo…

0 komentar:

Posting Komentar