Tampilkan postingan dengan label Model Fotografi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Model Fotografi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 06 Desember 2012

Ade Aulia Rahma @ Nganjuk

Ade Aulia Rahma @ Nganjuk

Ini adalah pertama kalinya saya bermain-main dengan Super Close Up Angel dengan menggunakan lensa 75-300 USM non IS. Zoom Lens yang tergolong murah di kelasnya.


Dengan mengandalkan zoom yang bisa dibilang WOW, ternyata hasilnya masih kurang memuaskan. Tangan yang tremor mengakibatkan Camera Shaking, sehingga hasilnya tidak benar-benar FOKUS.

Bukaan diafragma yang kurang PAS juga mengakibatkan area fokus nya menjadi makin sempit.

Pengaturan white balance (WB), brightness dan contrast yang kurang begitu saya perhatikan, mengakibatkan foto  menjadi terlalu soft. Tidak puas dengan hasil tersebut, kemudian mengutak-atik kembali setting pada kamera saya untuk bisa mendapatkan hasil terbaik.

Berikut ini beberapa foto yang saya ambil dari tempat yang sama, dan model yang sama, hanya saja dengan pengaturan yang berbeda. (we-ha)

   

Rabu, 20 April 2011

Creative Outdoor - CITRALAND ft. Andra Satria Bangsawan

Perburuan belum berakhir. Cieeee…  Agenda senin pagi pun dibikin dengan acara ‘sok-sok an’ photosession bareng Adit dan Yolanda.

Hoaaahhhmmmm…. Bangun kesiangan, gara-gara malem setelah foto-foto masih harus ngumpul bareng temen-temen Surabaya Lair. Setelah mandi dan nikmatin sarapan yang udah disiapin sama Nyokapnya Andra, meluncurlah kami ke tempat kost Yolanda.

Salah satu pengalaman yang saya dapatkan pada kesempatan ini adalah “JANGAN PERNAH PERCAYA PADA CEWEK KALAU UNTUK URUSAN NGASIH INSTRUKSI ARAH”
Mendingan kalau nanyain alamat, sekalian aja nanya alamat lengkapnya. Jalan apa, gang apa, nomor berapa, kelurahan mana, kawasan mana. Kalau sampai tuh cewek ngasihin alamatnya dengan instruksi arah pokoknya dari sini trus belok kanan abis itu masuk ke kiri trus puter balik ke arah bla…bla…bla… udah jelas banyak melesetnya tuh. Percaya deh!

Setelah harus putar balik sebanyak tiga kali untuk nemuin kost nya si Yolanda, akhirnya ketemu juga. Tanpa piker panjang, langsung deh meluncur ke kawasan Surabaya Barat, tepatnya di sekitaran Citraland. 

Tidak berhenti sampai disitu. Pada kesempatan yang sama, aku pun hubungin Nurin Silvia, salah satu temanku yang kuliah di jurusan Sastra Jerman, Universitas Negeri Surabaya untuk sekalian ikutan foto-foto bareng disana.  Alamaaaakkkk… Lagi-lagi aku harus muter-muter sampai tiga kali untuk bisa menemukannya. Uggghhh….!!! Capek, tapi asik.

Ini neh serunya jadi fotografer gadungan. Ketika kendaraan kami berhenti di sebuah SPOT yang menarik, kami sudah menduga sebelumnya bahwa kami pasti akan didatangi oleh security. Ya emang bener, baru aja turun dari kendaraan, keluarin kamera kesayangan Canon BuDeSri dan perlengkapannya, security langsung nyamperin. Mampus dah…!!! Gak ada ba-bi-bu, gak bisa tawar-menawar di tempat, kami pun bergegas ke pos untuk ngobrol-ngobrol.

Ya, saya tahu. Dalam dunia fotografi, kita memang tidak diperkenankan untuk sembarangan mengambil gambar bangunan-bangunan yang sudah di patenkan. Jadi kalau mau ngambil gambar di sekitaran situ ya harus ijin dulu.
Tapi karena emang nggak mau ribet, kami pun membungkam mulut pak satpam dengan duit rokok biar kami leluasa mengambil gambar di tempat yang kami inginkan.  Dan ini lah hikmah dari kucing-kucingan dengan security.





Creative Outdoor - SKATE PARK ft. Andra Satria Bangsawan

Januari 2011 aku awali dengan kegiatan-kegiatan yang menyenangkan plus menegangkan. Sekitar tanggal 9 januari 2011, kalau tidak salah waktu hari minggu,  kebetulan waktu itu emang lagi pingin foto-foto, dan salah satu teman terbaikku, Andra Satria Bangsawan, pemuda gokil yang ngelola salah satu distro di sekitaran Jl. Bali, Surabaya menawarkan diri untuk ‘hunting’ bareng dia. Dia yang siapin voluntary modelnya, dia yang siapin transportasinya, tapi kita sama-sama belum siapin SPOT nya. Whaaatttt…!?!?!?!

Ya sudahlah, akhirnya kami muter-muter di sekitaran Surabaya hingga akhirnya parkir juga di sekitaran Monkasel. Mau ngapain…?!? Sssstttt… belum kelar…! Kendaraan di parkir di sekitaran monkasel, lalu kami jalan kaki hingga nyampe di SKATE PARK. Buseeettt…

Matahari sudah semakin tenggelam dan dengan persiapan yang seadanya, akhirnya keluar juga External Speedlite nya. Gila… Lowlight mampus dah! Adit sama Chacha yang waktu itu mau aja kami suruh-suruh buat pose pun akhirnya sedikit bernafas lega setelah melihat foto-foto dibawah ini.

Adit @ Skatepark
Back Light by Toyota YARIS
Chacha lagi banyak jerawatnya



Creative Outdoor bersama GELAR.

Berawal dari perkenalanku dengan perempuan ini pada pertengahan tahun 2004 ketika kami sama-sama ingin mengadu nasib dengan mengikuti seleksi penerimaan mahasiswa STAN pada waktu itu, dan setelah sekian lama tidak bertemu, bahkan aku sudah hamper lupa ketika salah seorang teman mengajaknya singgah di rumahku, ehm… lebih tepatnya rumah orang tuaku.

Gelar, begitu lah kemudian aku memanggilnya. Meski katanya, orang-orang di sekitar rumahnya biasa memanggilnya Danik. Setelah beberapa aku kali aku memandangnya, menatap setiap lekukan di wajahnya, ternyata dia cantik juga. Dan… bisa lah buat aku jadikan object fotoku selanjutnya. Ya… Itung-itung buat nambahin portfolio creative outdoor lah. Hehehehe…

Tanggal 07 November 2010, aku ‘culik’ dia langsung dari rumahnya, lalu kuarahkan ke salah satu object wisata kebanggaan Nganjuk, AIR MERAMBAT RORO KUNING. Sayang, object wisata yang cantik itu harus menerima kenyataan ketika tiba-tiba tebing di sekitarnya longsor. Sayang sekali…

Perjalanan menuju SPOT cukup melelahkan juga. Dari tempat parkir, kami harus berjalan kaki naik turun gunung (whahahaha… lebay…!) Tapi memang beda rasanya kalau jalan di kota dengan jalan di gunung, tahu sendiri lah. Kalo jalan di daerah pegunungan bisa jadi lebih cepat ngos-ngosan. Hanya saja, perhatian dari banyak mata di samping kiri kanan jalan yang kami lalui cukup untuk mengobati rasa capek kami. Whaaattt…????

Ya, sekedar informasi saja, yang namanya Gelar ini adalah cewek yang lumayan jangkung. Tingginya yang lebih dari 170cm dengan badannya yang ‘tipis’ membuat proporsi tubuhnya menjadi mirip dengan body para model yang kebanyakan tinggi semampai. Ditambah lagi dengan hadirnya SLR di genggaman, ya… jadi berasa seperti fotografer dan model professional yang sedang mengadakan photo session. Hahahaha…!!!


Foto-foto ini saya ambil ketika tepat tengah hari, antara jam 12 sampai jam satu siang. Untung saja cuaca sedang mendung, jadi cukup membantu juga sih. Dengan kisaran shutterspeed 1/250 – 1/150 dan menggunakan ISO 400 – 800, ya… jadinya ya seperti yang bisa Anda saksikan ini.

Jika ada yang ingin memberikan komentar dan kritikan untuk membuat saya menjadi lebih baik, monggo…