Tampilkan postingan dengan label Gear Review. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gear Review. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 April 2011

Canon 75-300mm f/4-5.6 III USM

Untuk urusan telephoto, saya masih mempercayakan pada lensa ini. Maklum, lensa serupa yang memiliki fitur Image Stabilizer (IS) harganya masih belum bisa saya jangkau.

Canon EF 75-300mm ini, meski tidak memiliki kemampuan Image Stabilizer (IS), namun sudah bekerja dengan cukup baik asal kondisinya cukup cahaya .

Dengan maksimal zoom pada 300mm sangat memudahkan kita untuk mengambil objek yang jauh dengan hasil yang cukup memuaskan.

foto dengan menggunakan 75-300mm f/4-5.6 III USM lens.
Pada kondisi minimal zoom(jarak pendek) memang blur di belakang objek tdak terlalu pekat namun jika kita memotret paling tidak pada posisi 100mm keatas perbandingan objek dan blur yang terjadi di belakangnya sangat jelas kelihatan dan hasilnya sangat memuaskan.

Dari sisi ekonomis Lensa ini tergolong murah jika kita bandingkan dengan canon EF 75-300mm(IS) yang harganya bisa tiga kali lipatnya, namun sejauh saya mencoa keduanya hasilnya tidak terlau berbeda, hanya saja putaran lensa dengan image stabilizer saat fokus terasa lebih ringan.
(art-de-co photograph : dari berbagai sumber)

Minggu, 17 April 2011

Canon EF 50mm f/1.8 II Lens a.k.a “Lensa Robocop”

Untuk yang gemar dengan portraiture fotografi, Lensa Canon EF 50mm f/1.8 II ini layak dijadikan salah satu pilhan. Karena mampu menghasilkan gambar yang baik dengan harga yang terjangkau. Bahkan, termasuk lensa dengan harga paling murah dalam jajaran lensa baru. Banyak fotografer yang merekomendasikan lensa ini bahkan banyak yang bilang kalau ini lensa waib bagi pemilik kamera canon, mungkin karena harga dan kualitas hasil jepretannya yang tidak kalah dengan lensa yang lebih mahal. Lensa ini sangat cocok untuk fotografer pemula (seperti saya) yang baru belajar dan baru memulai petualangannya di dunia fotografi.


Focal Lenght
Lensa ini termasuk kategori prime/fixed lense, artinya lensa ini memiliki focal length yang tetap di 50mm dan tidak bisa diubah. Untuk mengatur komposisi foto, pengguna lensa ini harus “zooming” dengan cara mundur atau maju terhadap objek foto (“zoom by your feet”). Namun, meski memiliki keterbatasan dalam fleksibilitas komposisi , lensa ini, seperti halnya lensa fixed pada umumnya,  mampu memberikan gambar yang lebih tajam dan kontras jika dibandingkan dengan lensa zoom sekelas yang diset pada focal length yang sama 50mm (dengan kondisi bukaan diafragma, dan iso yang sama).

Focal length menengah ini (50mm), cocok digunakan untuk mengambil gambar objek tunggal (1-2 objek berdekatan) pada jarak 1.5-2m untuk memenuhi frame (area foto) dengan komposisi ketat (obyek menempati sebagian besar area foto) dan “bokeh” yang manis (pada aperture tertentu). Dan jarak 3-4m untuk komposisi yang lebih longgar dengan masih mempertahankan keakuratan detail, ketajaman gambar dan background blurnya. Namun tidak menutup kemungkinan untuk bisa mengambil gambar dengan objek yang banyak dan background blur yang minimal, jika keadaan pemotretan dan selera fotografer menghendaki demikian. Namun secara umum lensa ini sangat baik untuk mengambil gambar dengan tema portraiture seperti wajah seseorang atau objek tunggal yang artistik pada jarak 1.5-3m.

Build Body Lensa
Body terbuat dari plastik dengan ukuran panjang 41mm dan berat 130gr. Secara penampilan, lensa ini sepintas cukup meragukan untuk disebut lensa yang “bagus” dan terkesan seperti mainan. Namun seperti itulah kelebihan  lensa fixed, dimana komponen dan mekanisme didalam lensa tersebut lebih sedikit dan sederhana jika dibanding lensa zoom. Sehingga rata-rata lensa fixed memiliki ukuran yang lebih kecil dan ringan jika dibanding lensa zoom.
Bentuknya yang ringkas dan ringan cukup memudahkan untuk dibawa kemanapun saat berkelana berburu objek foto.  Ini adalah salah satu syarat utama lensa fixed untuk bisa disukai penggunanya, ukurannya harus ringan dan mudah dibawa, karena sifat lensanya yang fixed, hanya cocok untuk kondisi pemotretan tertentu saja, sehingga sering dijadikan lensa pendamping setelah lensa zoom yang lebih fleksibel untuk berbagai situasi pemotretan. Jadi ukuran dan beratnya lebih disukai jika dia ringkas dan ringan. Body yang terbuat dari plastik juga dikatakan banyak kalangan membutuhkan extra care saat disimpan, dibawa dan dipergunakan. Hal ini ada benarnya, namun hal ini tentunya juga berlaku untuk seluruh peralatan fotografi, baik yang terbuat dari plastik ataupun logam.
Autofokusnya menggunakan micro motor, sehingga garakannya “cepat” dan tidak semulus gerakan motor Ultrasonic. Bunyi motor saat beroperasi cukup keras, dan disebutkan beberapa kalangan seperti suara engsel robot, sehingga ada pula yang menyebutnya lensa Robocop karena ke khasan bunyi motornya saat beroperasi.
Lensa ini belum memililki  fasilitas Image Stabilizer pada bodynya. Sehingga memerlukan kestabilan dan posisi memegang yang baik pada saat memotret. Tapi bisa diminimalisir dengan aperturenya yang besar, sehingga waktu pengambilan gambar bisa dipersingkat untuk menghindari blur yang tidak diinginkan.
 
 foto-foto yang saya ambil dengan lensa 50mm f/1.8 II

Aperture
Seperti disebutkan sebelumnya, lensa ini memiliki aperture (bukaan diafragma) yang besar. Maksimum aperturenya di f/1.8. Bukaan sebesar ini bisa dikatakan cukup lebar. Berguna untuk menyinari plat sensor/film dengan waktu yang relatif singkat. Semakin besar bukaan diafragma, semakin banyak pula cahaya yang bisa dikumpulkan/dilewatkan oleh lensa dalam suatu waktu tertentu. Sehingga waktu yang dibutuhkan untuk mengambil gambar dengan cahaya yang cukup juga semakin singkat. Oleh karena itu lensa ini dikategorikan lensa yang “cepat” dalam hal mengumpulkan cahaya. Bukaan yang lebar atau kecepatan yang besar ini berguna pada situasi pemotretan pada tingkat cahaya yang remang atau night shoot, dimana kemungkinan terjadi blur akibat getaran tangan semakin tinggi.
(art-de-co photograph :  dari berbagai sumber)